KIWA, PAPUA PEGUNUNGAN — Konferensi GKII Daerah Kiwa meneguhkan semangat pertumbuhan bersama dalam pelayanan melalui tema “Bertumbuh Bersama”, yang berlandaskan firman Tuhan dari Efesus 4:15-16.
Firman Tuhan dalam konferensi tersebut disampaikan oleh Pdt. Tanti S. Mudumi. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa setiap orang percaya diberikan karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan. Perbedaan karunia tersebut bukan untuk berjalan sendiri-sendiri, melainkan untuk saling melengkapi dan membangun tubuh Kristus sehingga dapat bertumbuh bersama.
Menurut Pdt. Tanti, pertumbuhan iman harus berlangsung di dalam kasih. Kasih menjadi dasar utama dalam membangun kehidupan bersama, yang dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian diwujudkan dalam kehidupan pelayanan.
“Tuhan beri karunia berbeda-beda untuk saling melengkapi untuk bertumbuh bersama. Bertumbuh di dalam kasih. Kasih lebih utama, tumbuh dalam keluarga lalu di pelayanan,” demikian pesan firman yang disampaikan dalam konferensi tersebut.
Ketua GKII Daerah Kiwa, Pdt. Obanus Kolago, dalam sambutannya mengatakan konferensi menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan selama beberapa tahun terakhir sekaligus melihat berbagai pergumulan iman yang dihadapi dalam mempersiapkan pelayanan ke depan.
Ia menyampaikan bahwa seluruh pelayanan yang telah berlangsung di GKII Daerah Kiwa tidak terlepas dari kemurahan Tuhan. Karena itu, pelayanan yang besar membutuhkan kebersamaan seluruh unsur gereja untuk dapat dijalankan dan diselesaikan bersama.
“Konferensi kali ini dilaksanakan untuk mengevaluasi beberapa tahun pelayanan yang dilewati dan pergumulan iman untuk pelayanan ke depan. Semua pelayanan di GKII Daerah Kiwa boleh berjalan karena kemurahan Tuhan dan pelayanan besar ini hanya bisa diselesaikan, bahkan dijalani bersama,” ujar Pdt. Obanus.
Selain evaluasi pelayanan, Pdt. Obanus juga menekankan pentingnya kedisiplinan waktu bagi para pengurus dalam menjalankan tugas pelayanan, khususnya mereka yang dipercaya sebagai Badan Pengurus (BP) Daerah Kiwa.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pelayanan yang tertib, bertanggung jawab, dan mampu menjawab kebutuhan jemaat.
Sementara itu, Sekretaris GKII Wilayah IV Papua, Pdt. Jonathan S. Duwiri, S.Th., menyampaikan bahwa konferensi tidak hanya menjadi ruang evaluasi terhadap program pelayanan yang telah dilaksanakan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyusun arah dan program pelayanan untuk lima tahun ke depan.
Ia mengajak seluruh peserta konferensi untuk melihat perjalanan pelayanan sebelumnya secara bersama-sama, kemudian menyusun program yang lebih terarah sesuai dengan tema “Bertumbuh Bersama.”
“Kita mengevaluasi program beberapa tahun lalu dan kita menyusun program pelayanan untuk lima tahun ke depan dengan tema Bertumbuh Bersama,” kata Pdt. Jonathan.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Jonathan juga menekankan pentingnya memilih pemimpin yang mampu membawa GKII Daerah Kiwa menjalankan pelayanan ke depan dengan bijaksana.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menentukan pemimpin dengan pertimbangan yang matang sehingga kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu menakhodai pelayanan GKII Daerah Kiwa dengan kepala dingin dan mengutamakan kepentingan pelayanan.
“Kita memilih pemimpin untuk menakhodai Daerah Kiwa ini dengan kepala dingin dan memilih pemimpin dengan baik,” ujarnya.
Pdt. Jonathan kemudian secara resmi membuka kegiatan Konferensi GKII Daerah Kiwa. Pembukaan tersebut ditandai dengan penyematan kartu tanda peserta kepada peserta konferensi.
Rangkaian konferensi diharapkan menjadi ruang bersama bagi para pelayan dan jemaat untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan, memperkuat kebersamaan, menyusun program lima tahun ke depan, serta menentukan arah kepemimpinan GKII Daerah Kiwa.
Semangat “Bertumbuh Bersama” pun menjadi pesan utama konferensi, bahwa setiap karunia, pelayanan, dan peran yang berbeda dapat menjadi kekuatan apabila dijalankan dalam kasih, kebersamaan, dan tanggung jawab untuk membangun pelayanan Tuhan.
(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)